Terang yang Dibawa-Nya

Renungan Harian | 16 Mei 2026

Terang yang Dibawa-Nya

Yesaya 9:1-6

 

Dalam wacana dan percakapan yang berkembang akhir-akhir ini, terdapat pesimisme yang besar terhadap masa depan dunia ini. Perang yang terjadi di beberapa daerah di dunia, negara-negara yang semakin sibuk memikirkan dirinya sendiri, hingga laju kerusakan lingkungan yang sangat memprihatinkan. Nada-nada percakapan sehari-hari pun menjadi begitu kelabu dan suram. Benarkah sudah tiada lagi harapan yang dapat menjadi tempat bagi kita untuk bernaung. Masih adakah harapan dalam dunia yang bergejolak ini? Inilah pertanyaan yang memandu refleksi kita saat ini. 

 

Bacaan kita kali ini juga menggambarkan situasi muram yang serupa. Sebagaimana tergambarkan dalam ayat 21-22 yang bernuansakan kegelapan, kesesakan, serta hidup tanpa arah. Namun Allah tidak tinggal diam dalam situasi tersebut karena Ia akan segera menghadirkan pembebasan dan penyelamatan bagi umat-Nya. “Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang tinggal di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar (9:1),” Pengharapan tersebut disimbolkan sebagai terang yang akan datang. Tangis pun juga berubah menjadi sorak sorai sukacita. 

 

Kuk dan gandar adalah simbol dari beban yang menekan dengan begitu hebatnya atas bangsa tersebut, keduanya akan dilepaskan (ay. 3). Sementara itu tongkat penindas akan dipatahkan sendiri oleh Allah. Tidak boleh ada yang merasa lebih berkuasa daripada Allah. Terdapat rujukan terhadap Midian, sebagai referensi kemenangan Israel di masa lalu yang juga akan terjadi di masa mendatang. Nuansa politis serta pertentangan antar bangsa sangat kuat pada nubuat di pasal ini. Karena memang masih meneruskan apa yang dituliskan di pasal sebelumnya. 

 

Pengharapan itu dirumuskan lagi dalam kehadiran seorang anak yang akan menjadi pemimpin. Selayaknya raja, gelar-gelar disematkan padanya yakni penasihat ajaib, Allah yang perkasa, Bapa yang Kekal, dan Raja Damai. Gelar itu menampilkan visi kepemimpinan berbeda yang akan dikerjakan Allah yakni pemimpin yang akan mengedepankan keadilan dan berada dalam ketertundukan penuh kepada-Nya. Belakangan orang-orang percaya mengasosiasikan ayat ini dalam kehadiran Yesus. Namun jauh sebelum itu Allah telah lebih dahulu menyapa umat-Nya dalam segala kekhasan dan konteks yang dihadapi. 

 

Dengan demikian marilah kita dengan berani mengakui bahwa pengharapan akan selalu ditegakkan-Nya. Ia hadir untuk menyapa umat-Nya dan membawa terang bagi bangsa-bangsa yang tunduk pada kehendak-Nya. Kehidupan dunia saat ini mungkin sedang tidak baik-baik saja, tetapi percayalah akan kasih serta tuntunan-Nya. Allah memang tidak menjanjikan bahwa dunia akan bebas dari tantangan serta pergumulan, tetapi Ia selalu hadir untuk menuntun serta membawa terang bagi dunia. Maka dari itu marilah kita memohon agar Tuhan berkenan untuk memakai kita dalam menyatakan pengharapan bagi dunia dengan menunjukkan pilihan jalan hidup yang berbeda serta mengedepankan firman dan kehendak-Nya. 

Logo LAILogo Mitra

Lembaga Alkitab Indonesia bertugas untuk menerjemahkan Alkitab dan bagian-bagiannya dari naskah asli ke dalam bahasa Indonesia dan bahasa daerah yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kantor Pusat

Jl. Salemba Raya no.12 Jakarta, Indonesia 10430

Telp. (021) 314 28 90

Email: info@alkitab.or.id

Bank Account

Bank BCA Cabang Matraman Jakarta

No Rek 3423 0162 61

Bank Mandiri Cabang Gambir Jakarta

No Rek 1190 0800 0012 6

Bank BNI Cabang Kramat Raya

No Rek 001 053 405 4

Bank BRI Cabang Kramat Raya

No Rek 0335 0100 0281 304

Produk LAI

Tersedia juga di

Logo_ShopeeLogo_TokopediaLogo_LazadaLogo_blibli

Donasi bisa menggunakan

VisaMastercardJCBBCAMandiriBNIBRI

Sosial Media

InstagramFacebookTwitterTiktokYoutube

Download Aplikasi MEMRA


© 2023 Lembaga Alkitab Indonesia